WAKTU

JEDA

Sabtu, 17 Januari 2015

Fluktuasi BBM dan Ingatan akan Mantan

Fluktuasi BBM dan ingatan akan Mantan


Saya sih masih ingat betul saat penaikan harga BBM, alasan yang ditawarkan sebagai pembenar adalah agar peralihan subsidi BBM sampai ke tangan yang tepat. 

Selasa, 23 Desember 2014

TIPS DAN TRIK LOLOS DARI PENJARA MESKI DOYAN DAUN MUDA

Oleh: Edy Firmansyah*)

Saya terhenyak begitu membaca Koran lokal hari ini dengan berita: “kepala BPBD Sampang resmi jadi tersangka”. Bukan, bukan karena korupsi atau ngemil bantuan bencana, tapi karena doyan daun muda. Bayangkan, kota yang juga dapat julukan seribu pesantren itu yang dipimpin oleh seorang kiai yang konon penyabar dan baik pekerti, dicemari oleh tindakan asusila oleh pejabatnya.

Sebenarnya sih, kasus macam begitu bukan kali pertama terjadi di salah satu kabupaten di Madura berjuluk kota bahari yang plesetannya dikenal dengan; "kalau musim hujan banjirnya bisa berhari-hari" ini. Dulu, dulu sekali, sempat beredar video mesum yang dilakukan anak seorang guru ngaji. Kasak-kusuk berita selingkuh jadi perbincangan sehari-hari. Konon pernah juga ada berita pasangan selingkuh PNS yang main kuda-kudaan di toilet kantornya sendiri. pernah juga ramai berita, anggota dewan yang juga suka daun muda. Tapi modusnya lumayan ‘agamis’, siri dulu baru digoyang. Setelah itu cerai. Barangkali si anggota dewan yang konon juga santri, doyan ngaji dan dari partai yang islami itu nggak mau menghilangkan citra Sampang Bahari. Bersih, Agamis, Harmonis, Aman, Rapi dan Indah. Jadi biar bersih dan agamis, disiri dulu baru digoyang.

Eih, tunggu dulu. Di sini saya nggak mau ngomongin soal moral apalagi menggurui pembaca dengan teori seksualitas yang bla..bla,..bla… yang juga kadang saya nggak ngerti. Bahwa terlibat dan menjadi pelaku pelacuran di bawah umur adalah prilaku yang sakit semua orang normal dan punya nurani paham sekali. Justru yang bikin saya terhenyak, mengapa sih masih ada pejabat yang tertangkap karena perkara mesum begini? Bukankah yang tertangkap itu hanya puncak dari gunung es soal kesukaan pejabat kita ini. kalau nggak harta (korupsi), tahta (kekuasaan) ya perempuan. 

Karena itulah saya ingin memberikan tips aman untuk para pejabat yang hendak main gila dengan perempuan lain yang bukan istrinya. Tips ini penting agar para pejabat kita tak terus-terusan jadi kambing hitam media. Media memang jahat. Suka memutarbalikkan fakta. Makanya pepatah yang mengatakan bahwa profesi yang paling dekat dengan fitnah adalah profesi wartawan memang ada benarnya. Bayangkan, betapa malunya pejabat-pejabat kita yang jadi pemberitaan miring media. Sudah pejabatnya memang prilakunya miring, malah makin dimiring-miringkan sama wartawan. Begitu roboh (baca: diciduk polisi) masih diinjak-injak pula. Betapa sedihnya bukan kalau anak-anaknya yang di rumah tahu bapaknya jadi tersangka karena doyan daun muda?

Konon, raja-raja jawa dan juga pejabatnya punya banyak selir toh nggak pernah terlibat dengan polisi. Nggak pernah dilaporkan warganya sebagai tindak pencabulan meski yang dijadikan selir perempuan belia yang baru mengalami haid pertamanya. Dan raja-raja itu malah tercatat namanya dalam buku sejarah. Dikenang-kenang. Dipuja-puja sebagai ikon sebuah kabupaten kota.

Baiklah kembali ke soal tips. Karenanya untuk menjauhkan dari pemberitaan media yang terkutuk penting adanya tips saya ini dibaca baik-baik dan penuh rendah diri.

Pertama, jangan meniru tupai. Jangan melompat-lompat dari satu daun muda ke daun muda lainnya. Itu berbahaya, bro/sis. Apalagi musim hujan begini. Dahan dan ranting pada basah semua. Setialah pada satu daun muda. Istri sendiri misalnya. Bayangkan istri anda muda terus seperti saat malam pertama tiap kali bercinta.

Kedua, adillah sejak dalam pikiran. Kalau memang anda punya kelainan jiwa bernama pedofia, cobalah untuk berganti-ganti pasangan dalam pikiran. Misalnya, sambil bercinta dengan istri sendiri, bayangkan anda sedang bercinta dengan maria ozowa. Besoknya ganti tokoh dengan Kim Kardashian waktu mudanya. Saya yakin berganti-ganti pasangan dalam pikiran nggak akan masuk penjara atau diciduk polisi. Siapa sih yang bisa memenjarakan pikiran? nggak ada. tapi ingatlah, berlaku adil sama daun muda dalam pikiran sodara.

Ketiga, kalau memang keinginan untuk menyetubuhi daun muda benar-benar tak terbendung, cobalah hubungi jin terdekat yang berprofesi sebagai mucikari. Tidak ada salahnya mencoba daun muda dari kalangan jin. Tempo hari ada berita pernikahan seorang manusia dengan bangsa jin bisa masuk tivi loh. Siapa tahu dengan menkoleksi daun muda dari bangsa jin bisa juga jadi berita. Malah saya jamin saudara tidak akan masuk penjara hanya karena pamer cabe-cabean dari bangsa jin koleksi sodara. Kalau masuk berita pasti iya. Media memang suka peristiwa yang aneh-aneh akhir-akhir ini, bukan?

Keempat, perbanyaklah amal sholeh. Berbuat kebajikan. Ya, ini serius. Lantas apa hubungannya dengan keinginan berhubungan intim dengan daun muda? Hem, begini. Jika keinginan untuk bersetubuh dengan daun muda sudah tak terbendung lagi, gantung dirilah sampai mati. Berharaplah tuhan menghantarkan sodara ke surga yang sudah diisi dengan bidadari-bidadari cantik usia belia. Anda bisa pilih yang mana suka. Bisa bercinta di mana saja, kapan saja. Yang penting bisa ngaceng dan nggak kehabisan sperma.

Kelima, dan ini yang terakhir. Kalau keempat tips di atas tak sanggup saudara jalankan dengan baik dan bertaqwa, dan sodara masih suka jajan daun muda, apa boleh buat, itu hak anda. Orang yang punya uang dan punya kuasa memang bisa membeli apa saja, termasuk vagina perempuan-perempuan muda di bawah umur yang terhimpit ekonominya atau terbelenggu sindikat perdagangan manusia. Saya doakan saudara diciduk polisi dan masuk penjara. Para pelaku pelacuran anak ini di penjara sering diperlakukan tidak senonoh oleh napi lain yang paling berkuasa. Bisa disodomi, bisa disuruh onani dengan menggunakan remason. Bisa sodara bayangkan, bukan? “Sakitnya tuh di sini!” (sambil nunjuk dubur dan kemaluan). Semoga dengan demikian sodara insaf.




Sampang, 23 Desember 2014

*) Penulis adalah jurnalis cum penyair sambil lalu. 

Jumat, 19 Desember 2014

Impor Fidel Castro

EKSPOR JOKOWI, IMPOR SUBCOMANDANTE MARCOS

Komentar Menteri Rini dan juga Presiden agar direksi BUMN bisa diduduki orang asing memang ngeri-ngeri sedap, men.

Ngerinya, seakan-akan memang sudah nggak ada lagi orang pribumi yang kompeten ngurusi BUMN. Orang pribumi berkulit coklat itu seakan-akan memang belum siap ngurusi perusahaan sebesar BUMN. Sekali masyarakat jajahan, ya tetap jajahan. Mental jajahan ya memang nggak bisa luntur, salah satu solusinya; serahkan ke asing. Anda protes, ya biarin, bukan urusan saya.

Sedapnya, cie..kita jadi nampak globaliset gitu bro. Bayangkan, jika semua perusahaan dan semua instansi pemerintah bisa juga diduduki orang asing. Keren, khan? Nanti kalo ditanya, bosnya siapa, para pekerja kantoran bisa jawab dengan kece: “Ostrali bro. Bos kita dari ostrali.” Atau “bos kita Amrik men.  Para mahasiswa lugu dan unyu-unyu bisa sedikit busungkan dada ketika ditanya dosennya dari mana. jawabnya: Jerman. Prancis. Italia.  Anak-anak kita nanti bisa dengan keren cerita di rumah kalo guru bahasa Indonesia ternyata dari Inggris dan guru bahasa Inggrisnya dari Osrali. Kalo ortunya Tanya; lantas guru dari Indonesia di sekolahmu pada ke mana, nak? Si Anak dengan kece menjawab: dari pagi sampek siang, Omar Bakri ngelap kaca dan ngepel sekolah!

Kedepannya nanti, akan ada kampus di Madura yang cabangnya langsung dari Havard, Yale, Universitas Sydney, Queensland, dsb. Kampus-kampus cabang Amrik dan Ostrali itu bisa saingan sama ITB, UGM, UI. Atau kalo perlu tutup semua kampus-kampus negeri, ganti dengan kampus cabang luar negeri yang saya sebutkan tadi. Dasyat khan?

Semua pelayan Indomaret, alfamaret, dan carefur dibawakan aja dari luar negeri yang kece dan unyu-unyu. Dengan begitu para jomblowan jomblowati bisa berubah pikiran untuk mengakhiri status jomblo dunia akheratnya dengan berpasangan dengan orang luar negeri. Luar negeri men. Pribumi, apalah pribumi itu.

Sementara pasar-pasar tradisional sikat aja, nanti dibuatin bangunan pasar yang konstruksi ala bangunan pasar di Amrik sana, kontraktornya dari luar negeri. Buruhnya drop dari luar negeri. Semua yang pribumi anggap aja udah nggak kompeten garap yang begituan. Keren khan?

 Termasuk saat rupiah terus melemah, maka solusinya adalah impor dollar. Sebab dengan mengimpor dollar maka akan makin baik ekspornya. Ekspor apa? Tenaga kerja murah.  Jomblo-jomblo murahan yang gampang diperas tenaganya seperti kuda poni.

Piye, ngeri-ngeri sedap bukan? Dan Negara kita nanti akan jadi IndoAmerika! Dulu jaman waktu masih Hindia Belanda taon 1938 timnas sepak bola Hindia Belanda bisa ikut piala dunia di Prancis, kalo jadi IndoAmerika siapa tahu timnas sepak bola bisa juara piala dunia.
Nah, trus yang pribumi mau diapain bro? Lha, itu bukan urusan saya. Urusan mereka. Mau jadi pengemis di kota kek, mau jadi gali kek, daftar jadi spionase polisi kek, mau jadi pelacur kek, germo kek, pemulung kek, terserah. Mau pulang kampung jadi buruh tani juga boleh. Jadi sais delman di pasar, tukang becak, tukang las, tukang tambal ban, terserah.

Tapi kalo pribumi itu bikin masalah, bikin keonaran, gak becus kerja pemerentah punya solusi yang paling mujarab: IMPOR tenaga asing. Ekspor pribumi bau pesing dengan harga miring. Termasuk kalo presidennya nggak becus kita bisa ekspor ke segitiga bermuda lalu impor Fidel Castro ato Subcomandante Marcos!

TELUSUR

Loading...